Anak-Anak Tembakau yang Ditumbalkan: Karya S. Herianto

 

Anak Tembakau yang Ditumbalkan: Karya S. Herianto
Sampul Anak Tembakau yang Ditumbalkan

Di negeri ini ada sebuah kalimat yang selalu diulang:
“Rokok membunuhmu.”

Tapi di tempat lain, di ladang yang sunyi, ada anak-anak yang hidup dari daun yang sama.

Mereka bangun sebelum matahari.
Memetik tembakau dengan tangan kecil.
Menjemur daun yang suatu hari akan berubah menjadi asap di kota.

Dari daun itu negara mendapat triliunan rupiah.
Dari daun itu rumah sakit dibangun.
Dari daun itu sekolah berdiri.

Dan dari daun yang sama…
paru-paru manusia perlahan rusak.

Buku ini bukan tentang rokok.
Buku ini tentang kontradiksi yang kita biarkan hidup.

Tentang petani yang menanam sesuatu yang dianggap berbahaya.
Tentang guru yang melarang rokok tapi digaji dari cukainya.
Tentang pejabat yang mengendalikan tembakau sambil menghitung penerimaannya.
Tentang buruh yang melinting batang demi batang sampai paru-parunya habis.

Dan terutama tentang anak-anak yang tumbuh di tengah semua itu.

Anak-anak yang tidak pernah diminta memilih.
Anak-anak yang hidup di antara poster larangan dan ladang tembakau.

Mereka adalah anak-anak dari sistem yang sama.
Anak-anak yang memberi makan negara.
Anak-anak yang perlahan ditumbalkan.

Buku ini akan membuat Anda bertanya satu hal yang sederhana—
tapi sangat tidak nyaman:

Jika rokok benar-benar harus dihentikan,
mengapa seluruh negeri hidup dari asapnya?

 

Post a Comment

0 Comments