Festival Sastra Tongkrongan 2026: Cerita Pulang ke Tempat Ia Dilahirkan
Tongkrongan bukan sekadar tempat singgah. Ia adalah ruang lahirnya cerita—tempat kata-kata pertama kali diucapkan, disanggah, ditertawakan, lalu disimpan menjadi ingatan. Dari kesadaran itulah Festival Sastra Tongkrongan 2026 kembali digelar oleh Penerbit Majalah Bintang bersama Komunitas Kata Bintang.
Festival ini mengundang para penulis untuk merayakan cerpen sebagai bentuk paling cair dari cerita hidup. Tidak ada tema baku, tidak ada batasan gaya. Bebas, semaumu. Tongkrongan boleh dimaknai sebagai warung kopi, bangku taman, emperan toko, ruang obrolan malam, atau bahkan ruang batin yang sering kau datangi sendirian.
Pengiriman naskah dibuka mulai 2 Januari hingga 7 Maret 2026, dan akan ditutup tepat pukul 23.59 WIB. Setiap peserta diminta mengisi formulir pendaftaran resmi dan mengunggah cerpen dengan format nama file Penulis_Judul Cerpen. Bukti pengiriman menjadi bagian penting yang perlu disimpan oleh peserta.
Cerpen-cerpen terpilih akan dipublikasikan dalam Majalah Bintang edisi ke-3 pada 31 Maret 2026, sebagai bentuk dokumentasi dan apresiasi. Sementara itu, finalis Festival Sastra Tongkrongan 2026 akan diumumkan melalui Majalah Bintang edisi ke-4 pada 30 Juni 2026.
Lebih dari sekadar kompetisi, Festival Sastra Tongkrongan adalah ruang berkumpulnya suara-suara yang kerap dianggap sepele, namun justru paling jujur. Di sinilah sastra ditarik turun dari menara gading, kembali duduk sejajar dengan kopi, rokok, tawa, dan perdebatan kecil yang membentuk manusia.
Melalui festival ini, Majalah Bintang percaya bahwa sastra tidak selalu lahir dari keheningan, tetapi juga dari riuh obrolan dan kebersamaan. Dari tongkrongan, cerita menemukan rumahnya.
Informasi lengkap mengenai syarat dan pendaftaran dapat diakses melalui:
https://tinyurl.com/festsastratongkrongan
Tuliskan ceritamu. Biarkan tongkronganmu berbicara.


Post a Comment
0 Comments