Di Bawah Jam yang Tak Berdetak: Catatan dari Ambang Zaman Karya Abd. Kadir

 

Di Bawah Jam yang Tak Berdetak: Catatan dari Ambang Zaman Karya Abd. Kadir

Buku ini lahir dari kegelisahan yang tenang, dari cara pandang seorang penulis yang tidak tergesa-gesa menghakimi zaman, tetapi memilih duduk, mengamati, lalu menuliskannya dengan jujur. Di dalamnya, pembaca tidak akan menemukan khotbah yang berteriak, melainkan refleksi-refleksi yang berjalan perlahan, kadang lirih, kadang menohok, tetapi selalu mengajak berpikir ulang tentang apa yang selama ini kita anggap biasa.

Dari kepemimpinan kiai di pesantren, makna haul dan keteladanan para sesepuh, hingga tafsir kritis atas Hari Santri, Hari Guru, Hari Pahlawan, dan Hari Kemerdekaan, buku ini menyajikan potret bangsa dari sudut yang jarang disentuh: sudut keheningan. Penulis tidak sedang membangun menara gading intelektual, tetapi menulis dari tanah yang dipijaknya sendiri—dari pesantren, ruang kelas, forum diskusi, hingga percakapan sehari-hari yang sering luput dari perhatian.

Tulisan-tulisan dalam buku ini mengingatkan kita bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kekuasaan, nasionalisme bukan sekadar slogan, dan penghormatan tidak cukup berhenti pada seremoni. Ada kritik yang disampaikan tanpa makian, ada kegelisahan yang diungkap tanpa gaduh, dan ada harapan yang dititipkan tanpa janji palsu.

Buku ini cocok dibaca oleh mereka yang ingin memahami Indonesia bukan dari statistik dan jargon, tetapi dari denyut nilai, bahasa, dan kesadaran moral yang pelan-pelan mulai kita abaikan. Ia bukan buku yang menawarkan jawaban final, melainkan mengajak pembaca berhenti sejenak, berpikir lebih jernih, dan bertanya pada diri sendiri: masihkah kita hidup dengan makna, atau sekadar ikut arus zaman?

 

Post a Comment

0 Comments